Sebagai pengrajin gula merah pak Sugeng
sangat rajin mengirimkan produknya ke pasar terdekat yaitu pasar yang ada di
kampung laut. Segmen pasar gula merah pak Sugeng ini jaraknya kurang lebih
ditempuh dalam waktu setengah jam berkendaraan sepeda motor. Seminggu sekali
pak salam mengirinkan barang dagangannya ke pasar local tersebut. Nilai manfaat
atau kelebihan gula merah yang dimiliki pak Mulyadi adalah tidak digunakannya
pengawet makanan, baik pengawet kimia maupun pengawet alami buatan tidak
memakainya. Sehingga terjamin sekali bahwa produk gula merah pak Slamet bebas
dari barang/bahan berbahaya yang tentunya sangat bagus untuk kesehatan.
Selain pasar local di daerah kampong laut, penyaluran
gula merah pak Sugeng juga terkirim sampai
ke toko kelontong toko kelontong terdekat yang masing dalam satu ruang
lingkup kecamatan. Hubungan dengan konsumen/pelanggan dilakukan secara personal
dengan para pemilik toko, baik toko kelontong ataupun toko yang ada di pasar,
maupun warung-warung di desa sekitar.
Karena tanpa menggunakan bahan pengawet
sehingga gula ini agak mahal dalam penjualannya, 1 kg gula merah pak Sugeng bias
laku terjual, sampai Rp. 17.000,-. Arus pendapatan dalam 1 bulan mampu
menghasilkan Rp. 1.500.000,- hingga Rp. 2.000.000,- . Cukup menjanjikan untuk
digunakan sebagai penghasilan tambahan selain pendapatan lainnya dari usaha
berkebun.
Sumber daya utama pembuatan gula merah pak Sugeng
adalah terdiri dari: 1). Bahan baku air nira; 2). Tenaga Kerja; 3) Alat alat
produksi seperti tungku, wajan besar, entong,dll serta tak 4) Kayu bakar
sebagai bahan pengapian memasak gula merah.. Kegiatan utamanya adalah produksi
gula merah. Sedangkan mitra usaha untuk saat ini belum memiliki. Struktur biaya
produksi dan pemasaran dikeluarkan untuk kegiatan:1) Upah tenaga kerja; 2).
Biaya mengantar gula merah ke grosir/toko/pasar terdekat untuk membeli
bensin/biaya transportasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar