Jumat, 23 Januari 2015

Maemunah Usaha : Gethuk Lindri Desa : Pandan Makmur, Kec. Geragai



Nama : Maemunah
Usaha  : Gethuk Lindri
Desa    : Pandan Makmur, Kec. Geragai

Ibu Maemunah adalah pembuat gethuk lindri, kudapan tradisional Jawa yang bertekstur lembut dan  empuk. Ibu Maemunah memiliki segmen pelanggan di sekitar pemukiman transmigrasi di kecamatan Geragai. Harga yang murah dan rasa gethuk yang manis merupakan nilai manfaat yang sulit ditolak oleh masyarakat yang suka akan cita-rasa makanan tradisional.
Daripada menjual gethuk secara langsung, Ibu Maemunah memilih untuk bekerjasama dengan agen penjual gethuk keliling untuk memasarkan gethuk lindri buatannya, meskipun kadang-kadang beliau juga melayani penjualan langsung di rumah yang sekaligus menjadi tempat usahanya. Gethuk lindri Ibu Maemunah cukup dikenal. Relasi dengan pelanggan dijaga secara personal.
Dalam satu bulan ibu Maemunah bisa membuat 200 kg gethuk lindri. Gethuk tersebut sebagian besar habis terjual dan merupakan sumber arus pendapatannya. Arus pendapatan lainnya ialah produk kudapan “cenil”.
Sumber daya utama pembuatan gethuk lindri adalah pengetahuan dan tenaga kerja. Pembuatan gethuk membutuhkan kesabaran, keuletan dan ketelitian karena hampir seluruh prosesnya dijalankan secara manusia, sangat tergantung dari keahlian tenaga kerjanya.
Aktivitas utama ibu Maemunah adalah produksi gethuk lindri dengan rerata seminggu sebesar 50 kilogram. Ibu Maemunah membutuhkan pasokan rutin ubi untuk pembuatan gethuk lindri oleh sebab itu beliau bekerjasama dengan orang yang bersedia memasok kebutuhan ubi singkong setiap 2 hari sekali. Biaya yang terbesar dalam pembuatan gethuk adalah bahan baku dan tenaga kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar