Nama : Maemunah
Usaha : Gethuk Lindri
Desa : Pandan Makmur, Kec. Geragai
Ibu Maemunah adalah pembuat gethuk lindri, kudapan
tradisional Jawa yang bertekstur lembut dan empuk. Ibu Maemunah memiliki segmen pelanggan
di sekitar pemukiman transmigrasi di kecamatan Geragai. Harga yang murah dan
rasa gethuk yang manis merupakan nilai manfaat yang sulit ditolak oleh
masyarakat yang suka akan cita-rasa makanan tradisional.
Daripada menjual gethuk secara langsung, Ibu Maemunah memilih
untuk bekerjasama dengan agen penjual gethuk keliling untuk memasarkan gethuk
lindri buatannya, meskipun kadang-kadang beliau juga melayani penjualan
langsung di rumah yang sekaligus menjadi tempat usahanya. Gethuk lindri Ibu
Maemunah cukup dikenal. Relasi dengan pelanggan dijaga secara personal.
Dalam satu bulan ibu Maemunah bisa membuat 200 kg gethuk
lindri. Gethuk tersebut sebagian besar habis terjual dan merupakan sumber arus
pendapatannya. Arus pendapatan lainnya ialah produk kudapan “cenil”.
Sumber daya utama pembuatan gethuk lindri adalah pengetahuan
dan tenaga kerja. Pembuatan gethuk membutuhkan kesabaran, keuletan dan
ketelitian karena hampir seluruh prosesnya dijalankan secara manusia, sangat
tergantung dari keahlian tenaga kerjanya.
Aktivitas utama ibu Maemunah adalah produksi gethuk lindri
dengan rerata seminggu sebesar 50 kilogram. Ibu Maemunah membutuhkan pasokan
rutin ubi untuk pembuatan gethuk lindri oleh sebab itu beliau bekerjasama
dengan orang yang bersedia memasok kebutuhan ubi singkong setiap 2 hari sekali.
Biaya yang terbesar dalam pembuatan gethuk adalah bahan baku dan tenaga kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar